MAKALAH
“JIHAD DALAM ISLAM”
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Al-Quran
Dosen Pengampu : Bp. Ahmad Muzakkil Anam, M. Pd.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Al-Quran
Dosen Pengampu : Bp. Ahmad Muzakkil Anam, M. Pd.
Disusun
Oleh :
Kelompok
10
1. Abiyogas
Arief Setyo Wibowo 173211104
2. Nanang
Syaifudin 173211105
3. Tri
Sukmawati 173211106
Kelas
: 1C
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI SURAKARTA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
SASTRA INGGRIS
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berkat rahmat kesehatan,
keselamatan, dan
juga kesempatan sehingga kami bisa menyusun makalah Al-Quran yang berjudulkan “Jihad
dalam Islam” ini dengan
semaksimal mungkin, dengan harapan untuk
mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.
Terima kasih juga kepada bapak dosen
mata kuliah Al-Quran (Bp. Ahmad Muzakkil Anam,
M. Pd.) yang
telah memberikan arahan
kepada kami dalam
menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini.
Makalah
ini kami susun dengan cara mencari data dari internet serta mencari referensi buku dari perpustakaan. Semoga dengan diberikannya tugas ini, dapat memberikan wawasan
yang lebih luas lagi bagi kami, karena kami menyadari bahwa wawasan dan
pengetahuan yang kami miliki sekarang masih sangat minim.
Semoga dengan selesinya makalah
ini dapat membantu kami dalam mendapatkan nilai yang baik dan semoga dapat
dibaca oleh orang lain sehingga dapat menambah wawasan bagi pembaca itu
sendiri.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini
masih jauh dari sempurna, masih
banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi maupun teknik
penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman kami. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi tercapainya
kesempurnaan dari makalah ini.
Penulis
Kelompok 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sering kita mendengar kata Jihad, dan diartikan sebagai "Perang
Suci". Hal ini tidak dapat disalahkan, namun makna kata "Perang"
di sini sering di-baur-kan dengan pengertian perang
dalam arti fisik. Ini yang harus diluruskan .
Jihad dalam bahasa Arab bermakna "berjuang" atau "berusaha
keras", dan ini dapat
diberlakukan bagi siapa saja, baik muslim maupun bukan muslim.
Dalam
Al-Qur’an, istilah Jihad sering kali disalahpahami sebagai salah satu ajaran
Islam yang merupakan simbol kekerasan, kekejaman, dan terorisme. Padahal
sebenarnya bukan itu maksudnya. Maksud jihad di sini adalah sebuah perjuangan
untuk menuju kebaikan (di jalan Allah). Jika hal tersebut terus-terusan salah
paham, maka semua itu akan menimbulkan sebuah kekerasan di tengah masyarakat.
Padahal Islam datang itu merupakan rahmat bagi seluruh alam. Untuk lebih
jelasnya, dalam makalah ini akan membahas sedikit tentang jihad dalam agam islam.
B.
Rumusan
Masalah
1. Pengertian
Jihad
2. Tujuan
Jihad
3. Ayat
dalam Al-Quran Tentang Jihad
4. Cara
Berjihad
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Jihad
1.
Menurut
Pandangan Umum
a.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Inonesia (KBBI)
Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, jihad diartikan sebagai, 1. Usaha dengan
segala upaya untuk mencapai kebaikan; 2. Usaha sungguh- sungguh membela
agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; 3. Perang suci
melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam. Berjihad berarti
berperang di jalan Allah.
b.
Menurut
Bahasa
Kata
jihad di dalam bahasa Arab, adalah mashdar dari kata: jâhada,
yujâhidu, jihâd. Artinya adalah saling mencurahkan usaha. Yang merupakan
turunan dari kata jihad yang berarti
kesulitan atau kelelahan karena melakukan perlawanan yang optimal terhadap
musuh . Jadi makna jihad menurut bahasa (lughawi) adalah kemampuan yang
dicurahkan semaksimal mungkin; kadang-kadang berupa aktivitas fisik, baik
menggunakan senjata atau tidak; kadang-kadang dengan menggunakan harta benda
dan kata-kata; kadang-kadang berupa dorongan sekuat tenaga untuk meraih target
tertentu; dan sejenisnya. Makna jihad
secara bahasa ini bersifat umum, yaitu kerja keras.
2.
Menurut
Pandangan Islam
Jihad ( جهاد ) adalah berjuang dengan
sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan
misi utama manusia yaitu menegakkan agama Allah atau menjaga agama tetap tegak,
dengan cara-cara yang sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran.
Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan
kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan
pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan
penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.
Jihad di jalan Allah SWT adalah
mengerahkan segala kemampuan dan tenaga untuk memerangi orang-orang kafir
dengan tujuan mengharap ridha Allah SWT dan meninggikan kalimat-Nya.
Yang terpenting jihad adalah amal kebaikan yang Allah
syari’atkan dan menjadi sebab kokoh dan kemuliaan umat islam. Sebaliknya
(mendapatkan kehinaan) bila umat Islam meninggalkan jihad di jalan Allah.
B. Tujuan Jihad
Tujuan utama dari Jihad di dalam Islam adalah
1.
Menghilangkan kekafiran dan
kesyirikan
2.
Mengeluarkan manusia dari gelapnya
kebodohan
3.
Membawa mereka kepada cahaya iman
dan ilmu
4.
Menumpas orang-orang yang memusuhi
islam
5.
Menghilangkan fitnah
6.
Meninggikan kalimat Allah SWT
7.
Menyebarkan agamanya
8.
Menyingkirkan setiap orang yang
menghalangi tersebarnya dakwah Islam.
Jika tujuan
ini dapat dicapai dengan tanpa peperangan, maka tidak diperlukan peperangan.
Tidak boleh memerangi orang yang belum pernah mendengar dakwah kecuali setelah
mendakwah mereka kepada Islam. (Namun jika dakwah telah disampaikan) dan mereka
menolak maka pemimpin Islam harus memerintahkan mereka untuk membayar jizyah,
dan jika mereka tetap menolak, maka barulah memerangi mereka dengan memohon
pertolongan Allah SWT, karena
Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya. Tidak diizinkan
memerangi mereka kecuali bagi mereka yang bersikeras mempertahankan kekafiran,
atau berbuat zalim, memusuhi Islam, serta menghalangi manusia untuk memeluk
agama ini atau bagi mereka yang menyakiti kaum muslimin. Rasulullah SAW tidak
pernah memerangi satu kaumpun kecuali setelah mengajak mereka kepada agama
Islam.
C.
Ayat
dalam Al-Quran Tentang Jihad
Dalam
beberapa firmanNya, Allah memerintahkan dengan arti sebagai berikut :
وَجَاهِدُوا
فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ ۚ
Dan
berjihadlah kamu pada jalan Alloh SWT dengan jihad yang sebenar-benarnya.
(QS.
Al-Hajj [22] : 78)
وَمَنْ
جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ
الْعَالَمِينَ
Dan Barangsiapa yang berjihad, Maka Sesungguhnya jihadnya itu adalah
untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Al-Ankabut [29] : 6)
Dari kedua ayat di atas dapat disimpulkan bahwa dalam
Al-qur’an, kata jihad tidak selalu menunjukkan pada makna perang, atau
perjuangan bersenjata, dari catatan sejarah menyatakan bahwa perjuangan
bersenjata baru dilakukan Nabi Saw dan para sahabatnya setelah beliau dan para
sahabat telah berhijrah ke Madinah, padahal surah Al- Ankabut yang banyak
mengandung perintah jihad telah turun sekitar tahun ke 5 dari kerasulan
Muhammad Saw, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jihad adalah segala upaya
yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang sebagai manifestasi keimanannya
dalam rangka tegaknya kebenaran dan terberantasnya kebatilan, baik dilakukan
dengan jalan perang maupun tanpa perang. Dengan kata lain jihad adalah perjuangan
umat islam di jalan Allah dalam rangka tegaknya amar-ma’ruf dan nahi-munkar.
D. Cara Berjihad
Berjihad dapat dilakukan dengan beberapa cara, adapun
cara berjihad ada 3 yaitu :
1.
Berjihad dengan Lisan / Perkataan :
berjihad ini dilakukan dengan cara mencurahkan segala kemampuan daya fikir dan
dialogis.
2.
Berihad dengan Harta : berjihad ini
dilakukan dengan cara menyediakan sebagian harta atau seluruhnya untuk
kepentingan berjihad, maka hal ini termasuk kategori berjihad dengan harta.
3.
Berjihad dengan Jiwa : berjihad
dengan jiwa dilakukan dengan cara bersedia mengorbankan jiwa dengan cara
mempertaruhkannya dengan cara berperang atau dalam literatur agama disebut qital.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ
لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (١٥)
Sesungguhnya orang-orang yang
beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan
Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad)
dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang
benar. (QS.Al-Hujurat [49] : 15)
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ
تَعْلَمُونَ (١١)
(yaitu) kamu beriman kepada
Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah
yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. Ash-Shaff
[37] : 11)
لَكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا
بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُولَئِكَ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ (٨٨)
Tetapi Rasul dan orang-orang
yang beriman bersama Dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. dan
mereka Itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka Itulah
orang-orang yang beruntung. (QS. At-Taubah [9] : 88)
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
· Jihad
( جهاد ) adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam.
· Jihad di jalan Allah SWT adalah mengerahkan segala kemampuan
dan tenaga untuk memerangi orang-orang kafir dengan tujuan mengharap ridha
Allah SWT dan meninggikan kalimat-Nya. Yang
terpenting jihad adalah amal kebaikan yang Allah syari’atkan dan menjadi sebab
kokoh dan kemuliaan umat islam. Sebaliknya (mendapatkan kehinaan) bila umat
Islam meninggalkan jihad di jalan Allah.
·
Tujuan Jihad
Tujuan utama dari Jihad di
dalam Islam adalah
1.
Menghilangkan kekafiran dan
kesyirikan
2.
Mengeluarkan manusia dari gelapnya
kebodohan
3.
Membawa mereka kepada cahaya iman
dan ilmu
4.
Menumpas orang-orang yang memusuhi
islam
5.
Menghilangkan fitnah
6.
Meninggikan kalimat Allah SWT
7.
Menyebarkan agamanya
8.
Menyingkirkan setiap orang yang
menghalangi tersebarnya dakwah Islam
·
Cara Berjihad
Berjihad dapat dilakukan dengan 3
cara yaitu :
1.
Berjihad dengan Lisan / Perkataan
2.
Berihad dengan Harta
3.
Berjihad dengan Jiwa
B.
Saran
Kaum Muslim harus lebih berhati-hati dalam
menyikapi provokasi, ajakan, maupun seruan-seruan jihad yang disalahgunakan
oleh banyak pihak yang didasarkan pada kepentingan politik tertentu. Alih-alih
mengharapkan mati syahid, yang diperoleh ternyata mati konyol.Sebagai Kaum Muslim kita wajib mengamalkan jihad dengan
sebaik mungkin, dan tetap berdasarkan rambu-rambu Islam yang benar.
DAFTAR PUSTAKA
Azzam, Abdulllah. 2001. Membela negeri Kaum muslimin.Islamabad:
Dar Al Aman
Nasib Ar Rifa’I, Muhammad. 1989.Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir.Jakarta: Gema Insani.
Syihab, Qurays. 1996. Wawasan Al Quran. Bandung :
mizan
http://www.makalah.co.id/2013/06/makalah-jihad-lengkap.html
https://ahmadfadholi13.wordpress.com/2013/05/16/makalah-jihad/
