Perkenalkan namaku Nanang Syaifudin. Saat menulis cerita ini adalah kurang lebih 2
tahun sejak peristiwa mengerikan itu terjadi.
17 Maret 2014, hari itu adalah hari
dimana aku mengalami peristiwa besar dan mengerikan di dalam hidupku yang
membuat segala sesuatunya menjadi berbeda. Pagi hari itu aku dan temanku, Riyan
berangkat PRAKERIN, kami melaksanakan PRAKERIN di sebuah usaha percetakan di Solo.
Kami berangkat terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB dan
kami sudah terlambat. Saat di tengah perjalanan kami mengalami kecelakaan,
motor yang kami kendarai tersenggol oleh mobil box dan kami terlempar jauh di
jalan. Kami pingsan tak sadarkan diri.
Saat mata ini terbuka banyak orang
disekelilingku, ibuku menangis, kakak dan pamanku juga berada disitu. Ternyata
saat itu aku sudah berada di ruang UGD rumah sakit. Kondisiku luka parah, aku
mengalami patah tulang tangan kanan, retak di tulang belakang serta kelumpuhan
dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Saat itu aku tidak memikirkan hal
yang lain karena yang ada dalam benakku hanya menahan pedihnya rasa sakit yang
kuderita. Kondisi Riyan aku juga tidak tahu, apakah dia selamat atau juga
dirawat seperti aku.
Sebulan aku dirawat di rumah sakit,
sanak saudara, teman-teman, serta bapak dan ibu guru menjengukku. Mereka datang
untuk memberi semangat dan motivasi agar aku lekas sembuh agar tetap bisa
melanjutkan hidup. Aku dirawat 2 minggu di ruang ICU dan 2 minggu di ruang
rawat inap. Selama di rumah sakit, ibuku yang selalu merawat dan menjagaku. Dia
yang selalu terjaga disaat aku tertidur, dia yang menyuapiku saat aku ingin
makan, dan dialah orang yang selalu ada untukku.
Alhamdulillah aku sudah boleh
pulang. Tetapi dengan keadaanku yang masih lumpuh itu membuatku merasa sangat
sedih. Aku pulang kerumah diantar menggunakan ambulan, sesampainya di rumah
ternyata sanak keluarga dan para tetangga sudah menunggu di rumahku, mereka sangat
peduli dan pengertian kepadaku.
Saat dirumah aku baru mengetahui
bahwa Riyan telah meninngal dunia saat peristiwa kecelakaan itu terjadi.
Ternyata selama aku di rumah sakit, semua orang merahasiakannya dariku dengan
tujuan agar aku tidak memikirkan hal-hal yang mungkin membuatku menjadi sedih
dan terbebani.
7 bulan pasca operasi aku masih
hanya tidur di ranjang dan belum bisa berjalan, semua itu membuatku putus asa
dan hilang semangat. Di saat terpuruk itu, ibuku yang selalu memberi nasihat dan
motivasi agar aku tidak menyerah dengan keadaan dan harus selalu berusaha untuk
sembuh. Setiap hari aku selalu berusaha dengan latihan menggunakan kursi roda,
latihan berjalan dan semua itu dibantu oleh orang terhebatku yaitu ibuku.
Alhamdulillah berkat do’a dan usaha akhirnya aku bisa berjalan walau masih
dengan bantuan alat medis, tetapi tangan kananku masih lemah dan sulit untuk
digerakkan.
Dan disaat aku sudah bisa berjalan
walau belum normal, aku teringat akan temanku Riyan. Aku belum sempat
memberikan penghormatan terakhir untuknya. Akhirnya aku mengajak ibuku
menjenguk makam temanku Riyan untuk berziarah dan mendo’akannya agar dia tenang
disisi Alloh.
Pihak sekolah menanyakan keadaanku,
apakah aku mau melanjutkan sekolah atau tidak. Dengan keadaanku yang masih
belum normal membuatku malu untuk bertemu dengan teman-teman dan orang-orang di
sekolah. Teman-teman dan bapak ibu guru memberi motivasi agar aku mau sekolah
lagi, ibuku juga memberi nasihat agar aku melanjutkan sekolah karena pendidikan
adalah hal yang paling utama dan kondisi fisik bukanlah hal yang menghalangi
untuk meraih prestasi.
Akhirnya walau saat ini keadaanku
masih belum normal, tetapi alhamdulillah sekarang aku sudah melanjutkan sekolah
lagi walau masih harus diantar jemput oleh ibuku. Dan respon dari teman-teman
serta bapak dan ibu guru sangatlah baik kepadaku. Mereka dapat menerima aku
dengan apa adanya, dan mereka juga membimbingku dengan baik.
Semua peristiwa yang kualami mungkin
bisa menjadi pelajaran dan pengalaman hidupku agar selanjutnya aku bisa
melakukan hal yang lebih baik lagi.
Di
dunia ini tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita terus berdo’a dan berusaha.
Dan ibu adalah orang yang selalu ada untuk kita.
Yakinlah bahwa semua itu akan indah pada waktunya.
Semangat saaaayyy!!! 😊😘😘
BalasHapus