Selasa, 14 Mei 2019

Puisi: Kesetiaan


Hangatnya pagi ini ditemani merdunya kicauan burung kenari
Terbuka kedua mata ini tersilaukan cahaya sang mentari
yang menembus kaca jendela kamar ini
Tepat di sampingku sesosok bidadari tersenyum mesra dengan hati berseri
Ialah istriku yang selalu setia menemani

Bidadariku...
Kau masih tetap cantik sama seperti saat pertama kali berjumpa
Kau masih penuh akan rasa kasih dan cinta
Kaulah istriku yang paling cantik yang selalu kusayang dan kucinta

Meskipun raga tak lagi muda
Rambutpun memutih jua
Kuli-kulit yang semakin menua
Kau tetap setia dengan janji yang pernah terikrar
di kala rasa kita menyatu menjadi satu cinta yang sakral
Sebagai pengikat jiwa dan raga kita

Istriku...
Bersama dengan meningginya sang surya
Dan cahaya pagi yang mulai ketara
Serta jiwa-jiwa yang melangkah untuk bekerja
Mari kita mulai pagi ini dengan tetap saling setia

Genggam erat kedua tanganku
Rangkul aku dengan dekapan hangatmu

Bidadariku...
Maukah engkau terus menemaniku
Dan selalu bersinar di kala mata ini terbuka di setiap pagi hariku
Dengan senyuman indah dan paras ayumu
Dengan sentuhan dan cinta kasihmu

Janji ini akan selalu bersemayam di lubuk hati
Kan ku pegang kesetiaan ini
Kan kujaga dengan sekuat jiwa dan raga ini
Bahkan jika kita tak lagi berpijak di bumi ini
Kan kutunggu kau di surga nanti 
Melanjutkan kisah cinta ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Terima kasih atas kunjungannya"